Mau Mendengar Saat Diingatkan

Renungan Harian / 2 November 2026

Mau Mendengar Saat Diingatkan
Lori Official Writer
      96

2 Tawarikh 33:10–13

"Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukannya. Oleh sebab itu TUHAN mendatangkan kepada mereka panglima-panglima tentara raja Asyur yang menangkap Manasye dengan kaitan, membelenggunya dengan rantai tembaga dan membawanya ke Babel. Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepada-Nya. Maka TUHAN mengabulkan doanya, dan mendengarkan permohonannya. Ia membawanya kembali ke Yerusalem dan memulihkan kedudukannya sebagai raja. Dan Manasye mengakui, bahwa TUHAN itu Allah."

 

Jika kita membaca seluruh Alkitab, kita akan menemukan bahwa ternyata Tuhan tidak hanya menghampiri orang-orang benar atau suci untuk menyatakan isi hati-Nya. Berulang kali Ia justru mendatangi mereka yang hidup jauh dari-Nya. Paulus, yang dulu menganiaya jemaat, adalah salah satu contohnya. Tapi ada satu tokoh Alkitab lain yang bahkan hidupnya jauh lebih buruk dari Paulus - dia dengan sengaja membangun budaya dosa, menindas yang lemah dan menentang kehendak Tuhan. Dan dia adalah Raja Manasye dari Yehuda. 

Di 2 Tawarikh 33, catatan hidup Manasye tercatat sebagai seorang penguasa yang jahat. Ia naik takhta menggantikan ayahnya Hizkia, raja yang dikenal takut akan Tuhan. Tetapi dia justru memerintah dengan cara-cara yang tidak berkenan bagi Tuhan. Ia membangun kembali bukit-bukit pengorbanan berhala, mendirikan mezbah untuk Baal, menyembah bintang-bintang di langit, dan mempersembahkan anak-anaknya sendiri sebagai korban di lembah Ben-Hinom.  

Semua dosa ia lakukan termasuk praktik tenung, sihir, dan memenuhi jalan-jalan Yerusalem dengan darah orang-orang yang tidak bersalah (2 Tawarikh 33: 6-7). Di mata Tuhan, Manasye melakukan kejahatan terbesar daripada yang pernah dilakukan bangsa-bangsa kafir pada masa itu.

Tapi tahu apa yang Tuhan lakukan? 

Sebelum Manasye bertobat, Tuhan awalnya telah berulang kali mengirimkan teguran lembut melalui para nabi, namun ia menutup telinga rapat-rapat dan mengeraskan hati karena mengira hidupnya aman-aman saja. Ketika teguran itu diabaikan, Tuhan pun mengizinkan krisis dan penderitaan terjadi—membiarkan Raja Manasye diseret sebagai tawanan berantai tembaga ke Babel, dan di dalam penderitaan yang luar biasa itulah terjadi pertobatan. Ia meminta belas kasihan Tuhan dan ia menerimanya.

Kita bisa lihat perjalanan Manasye! Sebelum krisis datang, Tuhan tidak pernah berhenti menghampirinya untuk mengingatkan dan membawanya kembali ke jalan yang benar. Tidak ada daftar syarat yang panjang, dan tidak ada penolakan karena masa lalunya yang kelam. Hanya ada hati yang remuk dan doa yang tulus, dan Tuhan menjawabnya. Manasye pun dipulihkan, dan ia akhirnya mengakui apa yang selama ini ia tolak: “TUHAN itu Allah.”

Tuhan selalu memberikan setiap orang kesempatan untuk menyadari perbuatannya. Semua itu Ia lakukan karena kasih karunia-Nya lebih besar daripada dosa terbesar manusia. Bagi-Nya tidak ada seorang pun yang terlalu jauh untuk dijangkau! Sehingga Ia sendiri berusaha untuk mengantisipasi agar kita tidak sampai terhilang. Dan yang biasanya Ia lakukan adalah berbicara ke dalam hati kita melalui Firman-Nya yang lembut dan tegas - Ia tak sekali-kali langsung menghukum atau mendatangkan krisis. Namun yang paling menakjubkannya, bahkan saat kita menolak mendengar dan harus melalui konsekuensinya, Ia tetap setia menuntut kita untuk kembali.

Hari ini, jika Tuhan sedang mengingatkan Anda akan satu hal keliru yang Anda lakukan, jangan mengabaikannya! Itu adalah bentuk kasih Tuhan supaya kita tetap memiliki kerendahan hati untuk mengakui kesalahan kita dan bersedia berubah. Dan ini bukan hanya tentang diri Anda! Bisa jadi Anda juga mengenal seseorang yang sedang menjauh dari Tuhan seperti Manasye, jangan menyerah mendoakannya, karena Tuhan juga memandang mereka dengan cara yang sama seperti Anda.

 

Pertanyaan Refleksi:

1. Apakah ada hal dalam hidup saya yang Tuhan sudah beberapa kali ingatkan, tetapi masih saya abaikan? 

2. Apa yang menghalangi saya untuk merendahkan diri dan taat hari ini, sebelum menunggu “krisis” datang?

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Apakah Anda rindu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruslamat pribadi dalam hidup Anda?

Ikuti doa ini sekarang:
“Tuhan, saya mengakui bahwa saya orang berdosa. Saya membutuhkan Engkau. Saya percaya bahwa darahMu sanggup menghapuskan segala dosa dan kesalahanku. Saat ini, saya mengundang Engkau, Yesus Kristus, masuk dalam hati dan hidupku menjadi Tuhan dan Juruslamatku. Saya menyerahkan hidupku bagiMu dan melayaniMu. Dalam nama Yesus aku berdoa. Amin”

Apakah Anda sudah mengucapkan doa ini?
Jawaban untuk Kamu! 😊
Halo, Sahabat Jawaban!
Kami ada untuk mendengar, menjawab, mendoakan dan mendampingi perjalanan kamu.

Apa yang bisa kami bantu hari ini?